IAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan Taubat (Tarbiyah dan Adab untuk Generasi Hebat).
Ketua HMJ Tarbiyah dan Adab, Fauziah Musra mengungkapkan tujuan dilaksanan kegiatan ini selaras dengan tema yakni membangun mahasiswa yang bermoral dan bertabur prestasi.
Kegiatan tersebut diikuti 356 peserta yang merupakan mahasiswa baru jurusan Tarbiyah dan Adab dari berbagai program studi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula IAIN Parepare mulai tanggal 26 sampai 28 Oktober 2018.
Beberapa pemateri pun dihadirkan baik dari kalangan dosen maupun alumni mahasiswa Tarbiyah dan Adab. Adapun materi yang akan diberikan oleh peserta seperti karakter building, kifayat, public speaking, pendidikan nilai dan etika, microteaching. Selain itu dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan launching buku yang ditulis oleh dosen IAIN Parepare, Dr. Ahdar, M. Pd. I.
Dari kegiatan taubat ini, para peserta diharapkan memiliki ketertarikan dalam berorganisasi. “Sebagai ketua HMJ Tarbiyah dan Adab, menginginkan mahasiswa baru untuk lebih solidaritas dan saya menginginkan mahasiswa Tarbiyah ini aktif berorganisasi,” harap Fauzia Musra, Ketua HMJ Tarbiyah dan Adab.
Senin, 29 Oktober 2018
Sabtu, 27 Oktober 2018
Gubernur Sulsel Hadir Buka Seminar Nasional Penganugerahan Pahlawan Nasional
IAIN Parepare--- Hadirnya Gubernur provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dalam kegiatan seminar nasional penganugerahan Pahlawan Nasional Anregurutta KH. Abd. Rahman Ambo Dalle di Auditorium IAIN Parepare, Jum’at (26/10).
Ketua panitia, Dr. Hannani Yunus mengungkapkan sebanyak 600 peserta yang berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Seminar nasional ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan Presiden Jokowi Widodo dalam rangka penganugerahan Pahlawan Nasional KH. Abd Rahman Ambo Dalle.
“Alhamdulillah di jum’at ini kita semua diperkenankan oleh Allah Swt dalam suatu ivent yang menurut warga Dakwah Darul Irsyad (DDI) event luar biasa karena Insyaa Allah mudah-mudahan dari seminar ini akan menjadi suatu bahan pertimbangan kepada presiden Jokowi untuk memberikan pernghargaan pahlawan Nasional kepada anregurutta KH. Abd Rahman Ambo Dalle,” harap Hannani.

Beberapa pejabat pun hadir termasuk Wali Kota Parepare, M Taufan Pawe. “Anregurutta inilah yang menjadikan nafas sehingga kota Parepare sebagai kota ulama dan kota santri,” ucap Taufan saat memberi sambutan.
Dalam seminar ini menghadirkan narasumber Prof. Hamka Haq, Anggota DPR RI F PDIP, Prof. Ahmad M. Sewang, Pakar Sejarah UIN Alauddin Makassar, KH. Helmi Ali Yafie, Sekjend PB DDI dan Prof. Rahim Arsyad Direktur Pasca sarjana IAIN Parepare.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam sambutannya menjelaskan pentingya pengembangan lembaga pendidikan seperti ini guna melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkarakter dan dapat membawa perubahan bagi masyarakat.
“Banyak orang cerdas tapi tidak bisa menjadi apa-apa karena melanggar etika, melanggar moral, ini sayang,” ujarnya sebelum membuka kegiatan.
Ketua panitia, Dr. Hannani Yunus mengungkapkan sebanyak 600 peserta yang berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Seminar nasional ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan Presiden Jokowi Widodo dalam rangka penganugerahan Pahlawan Nasional KH. Abd Rahman Ambo Dalle.
“Alhamdulillah di jum’at ini kita semua diperkenankan oleh Allah Swt dalam suatu ivent yang menurut warga Dakwah Darul Irsyad (DDI) event luar biasa karena Insyaa Allah mudah-mudahan dari seminar ini akan menjadi suatu bahan pertimbangan kepada presiden Jokowi untuk memberikan pernghargaan pahlawan Nasional kepada anregurutta KH. Abd Rahman Ambo Dalle,” harap Hannani.
Beberapa pejabat pun hadir termasuk Wali Kota Parepare, M Taufan Pawe. “Anregurutta inilah yang menjadikan nafas sehingga kota Parepare sebagai kota ulama dan kota santri,” ucap Taufan saat memberi sambutan.
Dalam seminar ini menghadirkan narasumber Prof. Hamka Haq, Anggota DPR RI F PDIP, Prof. Ahmad M. Sewang, Pakar Sejarah UIN Alauddin Makassar, KH. Helmi Ali Yafie, Sekjend PB DDI dan Prof. Rahim Arsyad Direktur Pasca sarjana IAIN Parepare.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam sambutannya menjelaskan pentingya pengembangan lembaga pendidikan seperti ini guna melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkarakter dan dapat membawa perubahan bagi masyarakat.
“Banyak orang cerdas tapi tidak bisa menjadi apa-apa karena melanggar etika, melanggar moral, ini sayang,” ujarnya sebelum membuka kegiatan.
Kamis, 25 Oktober 2018
Dakom Award 2018, Creativity in Harmony
IAIN Parepare--- Jurusan Dakwah dan Komunikasi menggelar Dakom Award 2018 di Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Rabu (24/10).
Kegiatan Dakom Award merupakan kegiatan tahunan sebagai ajang apresiasi, silaturahmi serta mengasah kreativitas para mahasiswa. Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi, Dr. Muhammad Saleh menjelaskan pentingya keharmonisan dalam keluarga besar jurusan Dakwah dan Komunikasi.
“Untuk tema tahun ini Creativity in Harmony, berkreativitas boleh, bersaing boleh tapi tetap dalam kekeluargaan. Jadi tetap membangun, membina keharmonisan. Makanya lomba-lomba yang dilaksanakan ada lomba akademik dan non akademik,” jelasnya.
Ketua panitia, Dr. Zulfah dalam laporannya mengungkapkan sebanyak 152 peserta dengan menyediakan berbagai jenis lomba seperti karya tulis ilmiah, debat ilmiah, nasyid, lipsyn dosen, tari kreasi, pantun Islami, dan desain poster bertemakan Dakwah. Kegiatan Dakom Award ini akan berlangsung hingga 27 Oktober mendatang.

Selain itu, setiap program studi yang tergabung dalam jurusan Dakwah dan Komunikasi juga dirangkaikan expo (pameran) hasil karya-karya yang telah diciptakan. Hadir Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Parepare, Dr. Sudirman L yang turut hadir melihat pameran secara langsung.
[caption id="attachment_9130" align="alignnone" width="300"]
Foto: Dr. H. Sudirman L, M.H[/caption]
“Saya cukup salut dengan kreativitasnya, saya berharap ke depannya lebih mengembangkan dan menjauhi plagiarism untuk memunculkan kreasi-kreasi mahasiswa yang lebih besar lagi,”ucap Sudirman L, usai membuka kegiatan mewakili Rektor IAIN Parepare.
Kegiatan Dakom Award merupakan kegiatan tahunan sebagai ajang apresiasi, silaturahmi serta mengasah kreativitas para mahasiswa. Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi, Dr. Muhammad Saleh menjelaskan pentingya keharmonisan dalam keluarga besar jurusan Dakwah dan Komunikasi.
“Untuk tema tahun ini Creativity in Harmony, berkreativitas boleh, bersaing boleh tapi tetap dalam kekeluargaan. Jadi tetap membangun, membina keharmonisan. Makanya lomba-lomba yang dilaksanakan ada lomba akademik dan non akademik,” jelasnya.
Ketua panitia, Dr. Zulfah dalam laporannya mengungkapkan sebanyak 152 peserta dengan menyediakan berbagai jenis lomba seperti karya tulis ilmiah, debat ilmiah, nasyid, lipsyn dosen, tari kreasi, pantun Islami, dan desain poster bertemakan Dakwah. Kegiatan Dakom Award ini akan berlangsung hingga 27 Oktober mendatang.
Selain itu, setiap program studi yang tergabung dalam jurusan Dakwah dan Komunikasi juga dirangkaikan expo (pameran) hasil karya-karya yang telah diciptakan. Hadir Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Parepare, Dr. Sudirman L yang turut hadir melihat pameran secara langsung.
[caption id="attachment_9130" align="alignnone" width="300"]
“Saya cukup salut dengan kreativitasnya, saya berharap ke depannya lebih mengembangkan dan menjauhi plagiarism untuk memunculkan kreasi-kreasi mahasiswa yang lebih besar lagi,”ucap Sudirman L, usai membuka kegiatan mewakili Rektor IAIN Parepare.
Minggu, 21 Oktober 2018
Rektor IAIN Parepare: Pentingnya Memiliki Sertifikat HKI
IAIN Parepare--- Workshop Kekayaan Intelektual (HKI) yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, akhirnya ditutup secara langsung oleh Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, (20/10).
Workshop yang dihadiri oleh 25 dosen dengan menghadirkan narasumber Dr. Wahyudin, M. Ag dari Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung.
[caption id="attachment_9121" align="alignnone" width="300"]
Foto mulai sisi Kanan: Dr. Wahyudin Darmalaksana, M. Ag (narasumber), Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si (Rektor IAIN Parepare), Dr. Zainal Said, M.H (Kepala P3M IAIN Parepare).[/caption]
Dr. Ahmad Sultra Rustan menjelaskan akan pentingya memiliki sertifikat HKI. “Ini juga sebagai kehati-hatian kita, bahwa karya kita ini benar-benar bukan karya menjiplak bukan menyontek. Ini benar-benar hasil pemikiran kita dan objektivitas kita. Manakala kita harus mengutip dari pendapat atau karya oranglain maka secara objektif kita harus kemukakan di dalam karya kita,” jelasnya.
Lebih lanjut Ahmad juga menjelaskan dengan memiliki sertifikat HKI akan menunjukkan sebuah pengakuan dan tanggungjawab. Ahmad juga berharap agar dalam waktu tiga bulan, IAIN Parepare dapat mencapai 100 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sementara Kepala P3M IAIN Parepare, Dr. Zainal Said menghimbau kepada peserta workshop agar turut membantu dan menyebarkan informasi terkait HKI kepada dosen-dosen lain.
“Teman-teman yang sudah ikut dalam workshop ini bisa mendampingi atau membantu teman-teman lainnya atau paling tidak P3M tetap memfasilitasi apabila ada teman-teman dosen yang ingin mendaftarkan karya-karya yang ada selama ini,” ujar Zainal Said.
Salah satu peserta workshop Dr. Zulfah mengungkapkan mulai tertarik mengurus HKI. “Setelah ikut workshop, saya mulai tertarik mengurus HKI karena ternyata prosedur pengurusannya tidak sesulit dan semahal yang saya kira,” ungkap Dr. Zulfah, M. Pd salah seorang dosen pada jurusan Dakwah dan Komunikasi.
Workshop yang dihadiri oleh 25 dosen dengan menghadirkan narasumber Dr. Wahyudin, M. Ag dari Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung.
[caption id="attachment_9121" align="alignnone" width="300"]
Dr. Ahmad Sultra Rustan menjelaskan akan pentingya memiliki sertifikat HKI. “Ini juga sebagai kehati-hatian kita, bahwa karya kita ini benar-benar bukan karya menjiplak bukan menyontek. Ini benar-benar hasil pemikiran kita dan objektivitas kita. Manakala kita harus mengutip dari pendapat atau karya oranglain maka secara objektif kita harus kemukakan di dalam karya kita,” jelasnya.
Lebih lanjut Ahmad juga menjelaskan dengan memiliki sertifikat HKI akan menunjukkan sebuah pengakuan dan tanggungjawab. Ahmad juga berharap agar dalam waktu tiga bulan, IAIN Parepare dapat mencapai 100 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Sementara Kepala P3M IAIN Parepare, Dr. Zainal Said menghimbau kepada peserta workshop agar turut membantu dan menyebarkan informasi terkait HKI kepada dosen-dosen lain.
“Teman-teman yang sudah ikut dalam workshop ini bisa mendampingi atau membantu teman-teman lainnya atau paling tidak P3M tetap memfasilitasi apabila ada teman-teman dosen yang ingin mendaftarkan karya-karya yang ada selama ini,” ujar Zainal Said.
Salah satu peserta workshop Dr. Zulfah mengungkapkan mulai tertarik mengurus HKI. “Setelah ikut workshop, saya mulai tertarik mengurus HKI karena ternyata prosedur pengurusannya tidak sesulit dan semahal yang saya kira,” ungkap Dr. Zulfah, M. Pd salah seorang dosen pada jurusan Dakwah dan Komunikasi.
Sabtu, 20 Oktober 2018
Workshop Hak Kekayaan Intelektual Antisipasi Pelanggaran Hak
IAIN Parepare--- Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan workshop Hak Kekayaan Intelektual di ruang Seminar Pascasarjana IAIN Parepare, Jum'at (19/10).
Sebanyak 25 peserta yang merupakan dosen IAIN Parepare. Workshop ini akan berlangsung mulai tanggal 19 sampai 21 Oktober 2018.
Hadir pemateri Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si dan Dr. Wahyudin Darmalaksana, M. Ag.
Kepala P3M IAIN Parepare, Dr. Zainal Said menganggap kegiatan ini sangat penting dilaksanakan. “Kegiatan ini sangat penting untuk lembaga ke depan, khususnya bagi teman-teman dosen. Ada beberapa karya yang terbit tapi ini belum terfasilitasi secara legal,” ucapnya.
[caption id="attachment_9113" align="alignnone" width="300"]
Foto mulai sisi kiri Dr. Zainal Said, M.H (Kepala P3M IAIN Parepare), Muhammad Djunaidi, M. Ag (Wakil Rektor I), Dr. Wahyudin Darmalaksana, M. Ag (Pemateri)[/caption]
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I bidang Kemasiswaan dan Kelembagaan IAIN Parepare, Muhammad Djunaidi memberikan beberapa contoh-contoh kasus pengklaiman karya apabila tidak didaftarkan sebagai Hak Cipta ataupun Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Ini sebagai antisipasi terhadap pelanggaran hak oleh pihak-pihak lain,” ungkap Muhammad Djunaidi, Wakil Rektor I sebelum membuka kegiatan.
Dikutip Wikipedia.org Kekayaan Intelektual atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Hak Milik Intelektual adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR) atau Geistiges Eigentum, dalam bahasa Jermannya, yakni hak yang timbul bagi hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Pada intinya HKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.

Sebanyak 25 peserta yang merupakan dosen IAIN Parepare. Workshop ini akan berlangsung mulai tanggal 19 sampai 21 Oktober 2018.
Hadir pemateri Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si dan Dr. Wahyudin Darmalaksana, M. Ag.
Kepala P3M IAIN Parepare, Dr. Zainal Said menganggap kegiatan ini sangat penting dilaksanakan. “Kegiatan ini sangat penting untuk lembaga ke depan, khususnya bagi teman-teman dosen. Ada beberapa karya yang terbit tapi ini belum terfasilitasi secara legal,” ucapnya.
[caption id="attachment_9113" align="alignnone" width="300"]
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I bidang Kemasiswaan dan Kelembagaan IAIN Parepare, Muhammad Djunaidi memberikan beberapa contoh-contoh kasus pengklaiman karya apabila tidak didaftarkan sebagai Hak Cipta ataupun Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Ini sebagai antisipasi terhadap pelanggaran hak oleh pihak-pihak lain,” ungkap Muhammad Djunaidi, Wakil Rektor I sebelum membuka kegiatan.
Dikutip Wikipedia.org Kekayaan Intelektual atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Hak Milik Intelektual adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR) atau Geistiges Eigentum, dalam bahasa Jermannya, yakni hak yang timbul bagi hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Pada intinya HKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.
Jumat, 19 Oktober 2018
LKPKM 2018: Bangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa
IAIN Parepare--- Pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Pengembangan Karakter Mahasiswa (LKPKM) tahun 2018 dibuka secara resmi di gedung Auditorium IAIN Parepare, Kamis (18/10).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. LKPKM merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh mahasiswa IAIN Parepare khususnya mahasiswa baru.
Sebanyak 860 peserta mengikuti kegiatan LKPKM yang mengusung tema Membangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa yang Sadar akan Tanggungjawab Sosial. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 18 sampai 21 Oktober 2018.

Meskipun dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru tidak semuanya mengikuti LKPKM. Namun Ketua Dema IAIN Parepare Muhammad Arafah melihat, mahasiswa yang memutuskan pilihan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta LKPKM 2018 merupakan satu langka kemajuan.
"Maka kalianlah yang sampai pada titik ini, apa poin pertama yang kalian sudah dapatkan? Kalian sudah mampu berbeda dengan teman-teman seperjuangan kalian, satu langkah lebih maju," ucapnya saat memberi sambutan di hadapan ratusan peserta.

Sementara Pelaksana Tugas Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Abu Bakar Juddah melihat kegiatan LKPKM merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.
"Kita sudah dilahirkan bersama potensi itu tapi untuk mengimplementasikan potensi menjadi kompetensi tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan harus melalui sejumlah langkah-langkah di antaranya melalui pelatihan-pelatihan yang kalian ikuti seperti ini," ungkapnya.
[caption id="attachment_9085" align="alignnone" width="300"]
Foto: Dr. Abu Bakar Juddah, M. Si (Plt. Wakil Rektor III)[/caption]
Lebih lanjut, Abu Bakar Juddah juga mengingatkan kepada peserta akan pentingnya kedisiplinan.
"Dalam diri kita, kita ini adalah pemimpin paling tidak memimpin diri kita menjadi orang yang disiplin karena kedisiplinan mengantar kita ke pintu kesuksesan. Kalau Anda tidak disiplin belajar, mengikuti perkuliahan tentulah amburadul. Tapi kalau disiplin, Insyaa Allah akan mengatar kalian mencapai cita-cita," jelasnya sebelum membuka kegiatan.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. LKPKM merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh mahasiswa IAIN Parepare khususnya mahasiswa baru.
Sebanyak 860 peserta mengikuti kegiatan LKPKM yang mengusung tema Membangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa yang Sadar akan Tanggungjawab Sosial. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 18 sampai 21 Oktober 2018.
Meskipun dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru tidak semuanya mengikuti LKPKM. Namun Ketua Dema IAIN Parepare Muhammad Arafah melihat, mahasiswa yang memutuskan pilihan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta LKPKM 2018 merupakan satu langka kemajuan.
"Maka kalianlah yang sampai pada titik ini, apa poin pertama yang kalian sudah dapatkan? Kalian sudah mampu berbeda dengan teman-teman seperjuangan kalian, satu langkah lebih maju," ucapnya saat memberi sambutan di hadapan ratusan peserta.
Sementara Pelaksana Tugas Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Abu Bakar Juddah melihat kegiatan LKPKM merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.
"Kita sudah dilahirkan bersama potensi itu tapi untuk mengimplementasikan potensi menjadi kompetensi tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan harus melalui sejumlah langkah-langkah di antaranya melalui pelatihan-pelatihan yang kalian ikuti seperti ini," ungkapnya.
[caption id="attachment_9085" align="alignnone" width="300"]
Lebih lanjut, Abu Bakar Juddah juga mengingatkan kepada peserta akan pentingnya kedisiplinan.
"Dalam diri kita, kita ini adalah pemimpin paling tidak memimpin diri kita menjadi orang yang disiplin karena kedisiplinan mengantar kita ke pintu kesuksesan. Kalau Anda tidak disiplin belajar, mengikuti perkuliahan tentulah amburadul. Tapi kalau disiplin, Insyaa Allah akan mengatar kalian mencapai cita-cita," jelasnya sebelum membuka kegiatan.
"Kita tidak mampu memprediksi masa depan kita, kita hanya mampu menata. Apa yang kalian lakukan hari ini merupakan bagian dari penataan masa depan"
-Dr. Abu Bakar Juddah, M. Si-
Plt. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, IAIN Parepare
Kamis, 18 Oktober 2018
Kemenag: Pelatihan Penyusunan Kinerja dan Indikator Kepegawaian
IAIN Parepare---Pelatihan Penyusunan Kinerja dan Indikator Kepegawaian diikuti sebanyak 40 tamu undangan dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia termasuk IAIN Parepare.
Dengan mengangkat tema Integritas, Professional, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan, pelatihan ini berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia di Tangerang, provinsi Banten.
Kegiatan tersebut berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 11 sampai 16 Oktober 2018.
Amiruddin, delegasi dari IAIN Parepare menanggapi kegiatan tersebut sangat bagus diikuti. “Kita mengikuti pelatihan tentang sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang mengikuti ada resra, kemudian RKT (Rencana Kerja Tahunan), ada Perkin (Perjanjian kinerja) terus LKJ (Laporan Kinerja),” jelas Amiruddin, salah satu staf kepegawaian IAIN Parepare.
[caption id="attachment_9080" align="alignnone" width="300"]
Foto: Sisi paling kiri, Amiruddin, S. Ag (Staf kepegawaian IAIN Parepare)[/caption]
Lebih lanjut Amir menjelaskan setelah mengikuti pelatihan tersebut langkah selanjutnya adalah bagaimana menerapkan apa yang diperoleh dalam pelatihan dapat diterapkan dalam lingkungan kampus IAIN Parepare.
“Harus disosialisasikan utamanya kepada pimpinan yang punya kegiatan masing-masing yang bertanggungjawab persoalan dana, anggarannya itu setiap eselon I, II, III sampai eselon IV atau yang disetarakan itu harus bikin Perkin (Perjanjian kinerja). Itu harus terbuka, yang mana indikator kinerja itu harus transparant, akuntabilitas, dan partisipatif artinya semua harus ikut berpartisipasi membuat RKTI (Rencana kerja tahunan),” paparnya.

Amir juga mengungkapkan tentang laporan yang harus disertai data. “Laporan itu harus ada data, tidak bohong-bohongan,” tambahnya saat diwawancarai di pelataran gedung Rektorat IAIN Parepare, Kamis (18/10).
Dengan mengangkat tema Integritas, Professional, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan, pelatihan ini berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia di Tangerang, provinsi Banten.
Kegiatan tersebut berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 11 sampai 16 Oktober 2018.
Amiruddin, delegasi dari IAIN Parepare menanggapi kegiatan tersebut sangat bagus diikuti. “Kita mengikuti pelatihan tentang sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang mengikuti ada resra, kemudian RKT (Rencana Kerja Tahunan), ada Perkin (Perjanjian kinerja) terus LKJ (Laporan Kinerja),” jelas Amiruddin, salah satu staf kepegawaian IAIN Parepare.
[caption id="attachment_9080" align="alignnone" width="300"]
Lebih lanjut Amir menjelaskan setelah mengikuti pelatihan tersebut langkah selanjutnya adalah bagaimana menerapkan apa yang diperoleh dalam pelatihan dapat diterapkan dalam lingkungan kampus IAIN Parepare.
“Harus disosialisasikan utamanya kepada pimpinan yang punya kegiatan masing-masing yang bertanggungjawab persoalan dana, anggarannya itu setiap eselon I, II, III sampai eselon IV atau yang disetarakan itu harus bikin Perkin (Perjanjian kinerja). Itu harus terbuka, yang mana indikator kinerja itu harus transparant, akuntabilitas, dan partisipatif artinya semua harus ikut berpartisipasi membuat RKTI (Rencana kerja tahunan),” paparnya.
Amir juga mengungkapkan tentang laporan yang harus disertai data. “Laporan itu harus ada data, tidak bohong-bohongan,” tambahnya saat diwawancarai di pelataran gedung Rektorat IAIN Parepare, Kamis (18/10).
Langganan:
Komentar (Atom)